Na No Kuni

TheNewClubs – Sebuah desa bernama Na No Kuni adalah desa yang ramai penduduk dan mempunyai seorang pemimpin bernama Raja Ramon.

Desa Na No Kuni merupakan desa yang kecil dengan suasana ramai. Karena banyak warga pendatang sehingga penduduk asli Na No Kuni sangat sedikit. Desa ini sering menjadi tempat peristirahatan dari perjalanan pengembara ke negara-negara besar.

Dulu para pendatang yang singgah di desa mayoritas mempunyai sifat ramah dan menghormati penduduk asli sana. Namun setelah terjadi perang dunia ke 2, tidak sedikit pendatang yang memberontak bahkan menjarah penduduk asli.

Maka dari itu, Raja Ramon mendirikan tentara pertahan dan meningkatkan penjagaan terhadap para pendatang dari luar desa.

Desa Na No Kuni yang cukup kecil tidak terlalu kuat menciptakan pengamanan yang maksimal, apalagi desa itu hanya bisa mendapat upeti dari penjualan bahan pokok dan hasil alamnya kepada pendatang.

Hal itu membuat pertahanan desa naik turun dan bahkan tidak sedikit pula pendatang asing yang ingin menetap disana karena kehilangan tempat tinggal setelah perang. Mereka sulit untuk menolak orang lain singgah karena kebutuhan sosial, empati dan ekonomi.

Selain itu ada juga penduduk asli desa laki-laki maupun perempuan yang senang dengan pendatang, hingga mereka yang menikah pun tidak sedikit. Otomatis hal itu mengurangi  jumlah penduduk warga asli sana.

Raja Ramon tidak mampu berbuat banyak selain melakukan pengawasan kecil terhadap desa jika terjadi masalah. Raja Ramon memiliki seorang putri bernama Haruno, ia masih berusia tiga bulan setelah kelahirannya.

Ibunya meninggal saat melahirkan dan Raja Ramon hanya membesarkan sang putri bersama pelayannya yang bernama Watashi dan Sigeru. Mereka diberikan tugas menjaga sang putri hingga tumbuh dewasa ketika ayahnya sedang memimpin desa seorang diri.

Putri Haruno adalah satu-satumya penerus asli dari sang raja, maka dalam perkembangannya harus selalu diawasi untuk kedamaian desa yang akan datang.

Beberapa tahun usia Putri Haruno genap berumur 17 tahun, waktu yang bersamaan terjadinya perselisihan antara desa dan kelompok pendatang yang ingin mengambil alih hasil alam dan tanah terhadap Na No Kuni.

Penduduk desa yang tidak terima akan hal itu melakukan perlawanan untuk mempertahankan hak mereka. Raja Ramon mengerahkan tentaranya untuk mengusir warga asing yang membentuk sebagai kelompok dan mengusir paksa kelompok yang melakukan pengerusakan wilayah.

Salah satu kelompok yang mencolok adalah kelompok pedang. Mereka menjarah semua hal yang ditemuinya dan bahkan perempuan menjadi target mereka.

Karena perang makin tak terkendali, Raja Ramon menghawatirkan keelamatan anaknya yang sangat ia sayangi. Ia rela kehilangan dirinya asalkan tidak putrinya, karena yang bisa meneruskan kepemimpinan Desa Na No Kuni setelah ayahnya tiada.

Untuk melindungi putrinya, Raja Ramon mengutus kedua pelayannya agar membawa sang putri ke desa tetangga atau desa besar diluar sana supaya mereka bisa menjauh dari Desa Na No Kuni.

Sang raja menyuruh mereka untuk melakukan penyamaran selama berada di luar desa dengan memanipulasi sebagai pedagang kecil.

Mereka harus hidup sederhana dengan pakaian dan gaya hidup seperti rakyat biasa. Mereka pun pergi dan keluar desa di malam hari dengan hanya membawa sedikit beberapa kepingan emas dari istana.

Selain menyuruh putrinya keluar desa, Raja Ramon juga mengirim surat bantuan terhadap Desa Konoha untuk mengawal tuan putri dan meminta bantuan pasukan ke dalam desa.

Desa Konoha langsung merespon pemintaan dari Desa Na No Kuni dan mengirimkan bala bantuan. Banyak ninja yang telah dikirim ke misi lain dan hanya tersisa Uzumaki Naruto, Hyuga Hinata dan Akimici Choji.

Mereka dikirim untuk mengawal tuan putri dalam melakukan perniagaan sambil melakukan pengawasan pembelian senjata dari luar daerah.

Mereka bertemu dengan Putri Haruno di Desa Gula dan melakukan perjalanan dengan diiringi pedagang lain yang bergabung dengan mereka. Mereka adalah penduduk asli desa disana dan mereka tidak mengetahui asal-usul sang putri.

Ketika bertemu dengan Putri Haruno, Naruto dan Choji tidak senang karena sifat tuan putri yang angkuh dan keras kepala. Ia seakan-akan tidak pernah berkata sopan dan menganggap ninja Konoha sebagai pelayan tambahan untuknya.

Selama Putri Haruno berdagang diluar desa, Raja Ramon dikabarkan telah gugur dalam petempuran melawan pemberontak dan sang putri memutuskan pulang dan membantu melawan perang.

Para pelayannya melarang hal itu karena Raja Ramon telah menugaskan mereka untuk menjauhkan sang putri dari bahaya. Permintaan sang putri tidak mau dibantah dan tetap memutuskan pulang ke desa.

Akhirnya mereka menuju ke Desa Na No Kuni tetapi sebelum itu Hinata mengatakan harus mengantar pulang pedagang yang menemani mereka tanpa mengetahui apa yang terjadi.

Setelah itu, mereka bisa melanjutkan perjalanan dan membeli persenjataan dengan leluasa. Setelah mereka berpisah mereka segera membeli persenjataan dan menuju desa.

Tetapi dalam perjalanan, mereka dihadang oleh 3 orang perampok yang mengincar barang dagangan mereka. Salah satu perampok itu ternyata mengenali wajah dari Putri Haruno bahwa ia adalah anak sang raja yang beberapa hari ia bunuh.

Seketika mereka ingin membunuh putri raja agar keturunan Raja Ramon hilang sepenuhnya dan ia bisa menguasai sepenuhnya Desa Na No Kuni.

Sementara itu sang putri tidak mengetahui latar belakang dari ketiga perampok itu. Watashi yang mengetahui kalau perampok itu akan mengincar Putri Haruno, makai a melakukan penyerangan dengan menjadi umpan agar perampok itu tidak lagi mengejar sang putri.

Watashi tidak merundingkan rencana itu dengan ninja Konoha dan hanya bertindak sendiri dengan cara menghilang dari kelompok.

Hinata yang mengetahui bahwa perampok tak lagi mengikutinya, dan lebih kaget saat Watashi tidak ada dalam barisan.

Shigeru yang menyadari itu mengatakan “mungkin Watashi pergi menjadi umpan tanpa sepengetahuan kita. Kami sebagai pelayan tuan putri rela melakukan apa saja yang penting tuan putri bisa pulang dengan selamat, karena itu adalah pesan dari Raja Ramon kepada kami”.

Naruto sangat tidak suka dengan keputusan itu karena mereka adalah setim waktu itu. Ia memarahi Putri Haruno dan memakinya tanpa memerdulikan bahwa ia adalah seorang putri.

Selain Watashi yang pergi tanpa sepengetahuan yang lain, Shigeru memutuskan untuk membantu rekannya namun dengan meminta izin tuan putri dan ninja pengawal.

Karena Hinata yang khawatir jika Shigeru seorang diri, maka ia menyuruh Choji untuk ikut membantunya. Mereka kembali melanjutkan perjalanan meski waktu itu Naruto dan tuan putri marahan.

Ditempat lain ternyata Watashi telah tewas karena dibunuh oleh perampok hal itu diketahui oleh Choji dan Shigeru.

Diakhir perjalanan didekat desa, mereka dihadang oleh 2 perampok, tanpa basa-basi menyerang dan akan membunuh tuan putri secepat mungkin. Untung saja masih ada Naruto dan Hinata yang mendampingi Putri Haruno.

Hinata menggunakan byakugannya untuk melihat titik kelemahan mereka sedangkan Naruto menciptakan kagebunshin untuk memperbanyak jumlah.

Perampok itu tetap melakukan penyerangan walau tahu yang mereka hadapi adalah ninja Konoha. Walaupun sebagai perampok, mereka juga mahir melakukan serangan jurus ninja sehingga perlawanan berlangsung cukup lama.

Ketika Hinata yang lengah dengan serangan musuh ia terkena sabetan pedang dari perampok dibagian kaki dan lengannya.
Naruto yang marah karena merasa akan terpojok, ia mengeluarkan rasengannya lalu menyerang dengan cepat dan seketika mengalahkan kedua perampok itu.

Setelah mereka tak berdaya karena terkena rasengan. Naruto memarahi Putri Haruno karena tetap bersifat angkuh disaat Hinata melindunginya hingga terluka, tetapi sang putri malah mendorongnya karena takut tubuhnya kotor akibat darah Hinata.

Seketika ia terdiam dan hanya bisa menangis karena baginya ia merasa seperti tawanan yang tidak berguna. Hinata memberi tahu Naruto jika ia tak mempermasalahkan perlakuan tuan putri.

Naruto mema’afkan Putri Haruno karena Hinata yang membelanya namun ia tidak ingin melihat sikap tuan putri yang angkuh dan keras kepala lagi.

Putri Haruno pun meminta ma’af atas keegoisannya dan berjanji tidak akan bersikap buruk kedepannya. Mereka segera menuju Desa Na No Kuni dan membantu penduduk untuk melawannkelompok pemberontak.

Hal mengejutkan terjadi, ternyata penduduk desa dan tentara-tentara yang tersisa telah berhasil mengalahkan musuh dan meraka menang. Namun Raja Ramon telah tewas dalam pertempuran.

Maka Putri Haruna akan menjadi pemimpin selanjutnya dan penduduk desa mendukung karena mereka yakin sang putri dapat mempimpin desa dengan baik. Saat itupun sang putri menerima gelar itu untuk memimpin dan memerintah Desa Na No Kuni.

You May Also Like

About the Author: administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published.